Thursday, August 25, 2016

Tutorial Menambahkan Fake Shadow pada Foto Barang dengan Photoshop



Tutorial berikutnya untuk bahasan “Foto dengan Background vs Foto tanpa Background”, setelah membuat shadow dengan tool Blending Option, adalah membuat sendiri shadow dengan bantuan tool-tool yang ada di Photoshop. Shadow yang dihasilkan dengan cara ini lebih terlihat 3 dimensi, dan kalau kamu cukup mempunyai imajinasi yang bagus, bisa keliatan sangat alami.

Nggak perlu khawatir musti ngegambar sendiri :D Cukup gampang, tapi memang butuh step yang lebih panjang sedikit.

Begini caranya.

1. Buka file yang ingin diedit.





2. Lakukan seleksi seperti yang pernah diajarkan di posting Tutorial Menghilangkan Background.





3. Ubah Layer Background menjadi Layer 0 

Step ini juga bisa dilihat di Tutorial Menghilangkan Background tadi ya.



4. Tambahkan layer baru

Juga bisa dilihat di Tutorial Menghilangkan Background.



Drag Layer yang baru ke bagian bawah hingga layer baru tersebut berada di bawah Layer 0 yang berisi foto barang tadi. Ini berfungsi sebagai background nantinya.



5. Bikin salinan layer untuk shadow

Klik kembali Layer 0 lalu ulangi langkah ke 4 untuk membuat Layer baru, namun jangan didrag. Biarkan saja dia di situ, di atas Layer 0 tadi. Layer ini berfungsi sebagai tempat shadow. Kamu bisa me-rename nya dengan klik kanan pada layer baru dan klik “Layer Properties” lalu ketikkan nama yang baru, supaya ga bingung di sini saya kasih nama “Shadow”



6. Bikin shape shadow

Pada layer shadow, dengan memakai Paint Bucket Tool yang ada di toolbar, berikan warna hitam pada layer terseleksi. Pastikan dulu bahwa warna foregroundnya hitam.



Kalo Paint Bucket belom muncul, pasti yang terdisplay di toolbar kamu adalah Gradient Tool. Ubahlah menjadi Paint Bucket Tool dengan cara klik pada tool agak lama, maka akan muncul jendela option. Pilih Paint Bucket Tool.

Sedangkan jika foreground belom berwarna putih, kamu bisa mengubahnya dengan memilih warna pada Swatches Panel.

7. Aktifkan kembali layer shadow

Kliklah dalam kondisi Layer Shadow aktif (ter-seleksi) di dalam daerah yang sudah diseleksi tadi.




8. Duplicate layer

Kembali klik di Layer 0. Masih dalam kondisi terseleksi, buatlah salinan layer. Caranya dengan klik kanan Layer 0 lalu pilih Duplicate Layer. Atau kamu bisa klik saja Ctrl J.





Dapat dilihat bahwa si obyek terseleksi sekarang sudah terkopi.


9. Pindahkan layer

Drag Layer Shadow ke bagian bawah Layer 2 tadi, agar berada di bawah foto Vas.




10. Hilangkan backgroud putih

Kamu bisa menghapus Layer 0 sekarang kalo kamu mau, ato bisa di-hide saja supaya nggak keliatan. Caranya dengan meng-klik simbol mata yang ada di samping nama layer.




Bisa liat, bahwa background sudah hilang? You’re doing just good so far :D hehe


11. Bentuk fake shadow

Sekarang tinggal membentuk si Fake Shadownya. Klik kembali Layer Shadow supaya dalam kondisi aktif kembali. Lalu ke menu bar di bagian atas. Pilih Edit > Transform > Distort.




12. Perkirakan jatuhnya shadow

Dan mulailah mengira-ngira jatuhnya si bayangan. Usahakan tampak senatural mungkin dengan membayangkan kira-kira bentuknya gimana, jatuhnya di mana, ukurannya seberapa.



Yang ini spertinya butuh imajinasi lebih ya, tapi jangan khawatir, kamu selalu bisa mengulangi langkah ini hingga mendapatkan hasil yang menurut kamu paling memuaskan. Caranya dengan mengaktifkan panel History, lalu kliklah per step hingga kamu mendapatkan step di mana kamu bisa mengulanginya.

Kalau udah mendapatkan hasil yang kira-kira paling meyakinkan, kliklah tanda centang di bagian atas.


13. Naturalkan.

Masih dalam kondisi Layer Shadow aktif, go to Menu bar. Pilih Filter > Blur > Gaussian Blur.








Di sini saya pake radius 5 pixels. Kamu bisa mengisikan bilangan berapapun yang menurut kamu paling bagus dan jatuhnya bayangan menjadi lebih alami.


Sehingga didapatkan hasil seperti di bawah ini.




14. Atur opacity

Udah selesai? Belom! :D satu langkah kecil lagi supaya semakin keliatan alami itu shadownya.

Masih dalam kondisi Layer Shadow aktif, aturlah opacitynya.




Di sini saya pake 80%, dan jadi deh.

Hasilnya akan seperti ini kalo udah kamu save ke format .jpeg



Haaa! Not bad kan :D lebih keliatan alami ketimbang drop shadows.

Udah bisa? Udah persis sama dengan foto di atas hasilnya??

Yakk! Anda dinyatakan lulus! :)))

Yeah, dengan begini sih, semoga bertambah aja pengetahuan kamu ya. Biar lebih clear dan clean foto produknya, yes?

Semoga bermanfaat ya!

Wednesday, August 10, 2016

Buku Kumpulan Flashfiction Best of Monday FlashFiction Vol. 1



Ketika saya lagi mau desain cover buku Best of Monday FlashFiction volume 1, saya sempat galau. Mau saya pakein apa nih? Hanya logo? Nope. Kurang menarik. Lalu apa?

Saya pengin cover yang simpel tapi catchy, dan dengan style yang tentunya berbeda dengan cover-cover buku kebanyakan yang pake style-style modern. Bahkan mungkin, saya pengin cover dengan style grunge. :)) Tapi kayaknya kalo grunge, terlalu ekstrim buat buku ini, yang ceritanya ada manis, asem, pahit dan nyesek. Campur aduk. Jadi, kayaknya saya mendingan pake cover yang light, simpel tapi mewakili isi.

Apa ya?

Saking bingungnya, saya akhirnya ngajak temen-temen MFF-ers buat brainstorming. Saya lontarkan pertanyaan, "Ketika kamu mendengar kata menulis, apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu?"

Banyak jawaban saya dapat, tapi ada beberapa yang sama yaitu kertas, ide, pena dan kopi.
Yang kemudian akhirnya, saya meramu benda-benda tersebut ke dalam beberapa desain artwork.

Sebenernya ada 3 alternatif desain kala itu.


Alternatif 1


Alternatif 2.


Alternatif 3

Dan, saya pun ngga ingin menjadi pengambil keputusan satu-satunya mengenai cover ini, jadilah saya lemparkan kembali pada teman-teman selaku "pemilik" naskah.

Cover manakah yang ingin dipakai. Dengan sistem voting, akhirnya cover terakhir yang terpilih :D

Cover final

Yak, buku tersebut sekaligus menjadi buku saya yang pertama yang covernya saya desain untuk kategori buku fiksi :D

Dua desain yang lain, sepertinya akan jadi tabungan untuk desain buku yang selanjutnya saja deh. Hihihi.
Sampai ketemu di portfolio selanjutnya!

Saturday, August 6, 2016

14 Freebies Desktop Wallpaper Kalender Bulan Agustus 2016



Hae!

Smashing Magazine kembali ngeluarin seri desktop wallpaper kalender Agustus 2016 nih. Barangkali, kamu termasuk yang suka masang wallpaper di laptop atau PC yang ada kalendernya sekalian kayak saya. Hehehe.

Silakan ya.

1. Chill Out by Denise Johnson


1024×768, 1280×800, 1280×1024, 1440×900, 1600×1200, 1920×1200

2. Psst, It’s Camping Time… by Igor Izhik



1024×768, 1024×1024, 1280×720, 1280×800, 1280×960, 1280×1024, 1400×1050, 1440×900, 1600×1200, 1680×1050, 1680×1200, 1920×1080, 1920×1200, 1920×1440, 2560×1440

3.  Bee Happy! by Emily Haines



640×480, 800×600, 1280×720, 1280×800, 1280×960, 1366×768, 1400×1050, 1440×900, 1600×1200, 1680×1050, 1680×1200, 1920×1080, 1920×1200, 1920×1440, 2560×1440

4. The Pink Machine by Chelsea Lundy



 1024×768, 1024×1024, 1280×8001366×768, 1400×10501600×12001920×1440, 2560×1440

5. Grow Where You Are Planted by Tazi Design



1024×768, 1152×864, 1280×720, 1280×960, 1600×1200, 1920×1080, 1920×1440, 2560×1440

6. Summer Nap by Dorvan Davoudi



1152×8641280×800, 1366×768, 1400×10501600×12001920×12002560×1440

7. Shades by James Mitchell



1280×800, 1366×768, 1440×900, 1680×1050, 1920×1200, 2560×1440


8. Dog Day by Maria Keller 




1024×768, 1024×1024, 1152×8641280×800, 1400×10501600×1200, 1680×10501920×1080, 2560×1440, 1366×768

9. Treat Yourself by Glynnis Owen 




1024×768, 1280×960, 1600×1200, 1920×1440, 2560×1440

10. Rain, Rain Go Away! by Acodez 



  

11. Elephant Time by Anna K.


  

12. Penny-Farthing! by Cheryl Ferrell 


  

13.  Flowers Festival by Carolina (eh ini mah bukan eikeh ya!)




14. Olympic Summer Of 2016 by PopArt Studio 




Keren-keren kan?
Sampai ketemu lagi di freebies berikutnya, baik yang dari saya kumpulkan dari berbagai sumber atau yang saya bikin sendiri ;), ya!

Wednesday, July 27, 2016

Buku Seri Interior: Menata Interior Rumah Sendiri


Lhoh, kalo dipikir-pikir ternyata saya sudah lama pernah nerbitin buku sendiri juga ya. :)) Tahun berapa ini? 2006? Lagi ngeh.

Jadi buku ini adalah buku kumpulan tips interior. Dulu saya bikin untuk Pak Boss, yang kemudian dijual di setiap pameran-pameran interior yang diikuti oleh kantor. Buku ini dijual seharga Rp 10.000 saja. Murah banget ya :D Ya, bukunya juga tipis sih. Cuma beberapa halaman aja.

Waktu itu saya udah nyiapin 6 seri buku Kumpulan Tips ini, dan baru tereksekusi tercetak 2 seri aja, yaitu Menata Interior Rumah Sendiri dan Bermain dengan Wall Art.

Yang sekarang saya pamerin yang Menata Interior Rumah Sendiri aja dulu ya.
Ini dia penampakannya.



Isinya, ya tentang tips-tips bagaimana menata rumah sendiri tanpa harus memanggil jasa profesional interior designer, tapi hasilnya seperti hasil tangan seorang interior designer :D

Bagian dalamnya seperti ini.





Image di atas nggak berurutan ya, halamannya, karena yang di atas itu adalah dummy-nya.
Layout sendiri, tulis sendiri, desain sendiri. Wakakakk. Kurang hebat apa ya, coba? *minta disembur api neraka*
Meski editorialnya mbuh :))))

Jadi memang konsepnya adalah menyajikan tips dengan bahasa yang ringan dan tampilan yang menyerupai layout katalog, supaya lebih menarik dan memanjakan daya visual.

Saya sangat menikmati waktu nulis sekaligus bikin layout untuk buku ini. :) Kayaknya keren juga kali ya, kalo nanti saya compile lagi, saya jadikan buku beneran :D

Wednesday, July 20, 2016

[Tutorial] Menambahkan Fake Shadow dengan Photoshop



Tutorial seri kedua untuk bahasan “Foto dengan Background vs Foto tanpa Background” ini akan menjelaskan gimana caranya menambahkan efek shadow dengan bantuan Blending Options dari Photoshop.

Shadow yang dihasilkan oleh tool ini tidak terlalu 3 dimensi tapi lebih ke 2 dimensi. Dalam arti dia hanya sebagai drop shadow, dan bukanlah shadow dari barang asli yang 3 dimensi ditandai dengan adanya perspektif dan tergantung oleh pencahayaan.

Lebih jelasnya lihat gambar berikut.

Perhatikan gambar 1 dan 2.


Gambar pertama itulah yang kita sebut sebagai drop shadow 2 dimensi, sedangkan gambar kedua itu merupakan shadow 3 dimensi.
Sekarang kita bahas dulu cara buat Drop Shadow ya :)

1. Buka file yang akan diedit.

 


2.  Hilangkan backgroundnya.


Ikuti langkah-langkah “Tutorial Menghilangkan Background” yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, hingga didapatkan image final dengan background kotak-kotak seperti di bawah ini.



3. Tambahkan Blending.


Select Layer 0, lalu klik kanan. Maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini.


Pilih Blending Options, seperti yang terlihat di atas.

4. Tambahkan Drop Shadow


Maka akan muncul window popup seperti berikut.


Klik centang pada pilihan Drop Shadow, maka akan terlihat option untuk setting Drop Shadow. Blend Mode tetap pada Multiply. Kotak hitam di sampingnya itu menunjukkan warna shadow yang akan dipakai.

Opacity merupakan nilai transparansi shadow. Biasanya sih saya pakai antara 40-60 % ya, nggak terlalu gelap.

Angle merupakan sudut jatuh cahayanya. Global Light biarkan tercentang saja. Yang perlu kamu atur sesuai keinginan kamu adalah Distance, Spread dan Size. Untuk ngeliat efek masing-masing value, coba aja di eksperimen sendiri yah :D

Kalo udah sesuai dengan keinginan klik tombol OK.

5. Drop shadow sudah jadi :)




Kalo di-save dengan format .jpg jadinya kayak image berikut …
 Hasil Final dropshadow

Saya sih nggak terlalu merekomendasikan menggunakan tool ini untuk shadow barang-barang 3 dimensi ya, karena tidak terlalu kelihatan alami. Tapi untuk beberapa kasus, penerapan drop shadow model begini sih udah lumayan baguslah.

Terus ...
Gimana caranya bikin shadow yang lebih alami?
Tunggu di posting berikutnya ya :)