Tutorial Photoshop: Kenalan Interface dan Tool-Tool yang Ada



Ada yang baru pertama kali membuka Photoshop?

Ya, Adobe Photoshop sampai sekarang masih menjadi tool editing foto paling digdaya. Meski sudah ada banyak aplikasi yang lebih sederhana dan user-friendly--bahkan bisa dikerjakan di smartphone--tapi tetap beda ya dengan hasil Photoshop.

So, buat kamu yang masih kenalan malu-malu, dalam tutorial Photoshop kali ini ada sedikit panduan untuk mengenal interface dan tool-tool yang ada.


Beberapa tutorial Photoshop: tools dan kegunaannya


1. Layer tool


Layer ini boleh dianalogikan seperti lempengan-lempengan kaca yang ditata menumpuk satu sama lain, yang masing-masing lempengannya berisi elemen-elemen artwork.



Letak layer tool ini ada di pojok kanan bawah secara default.

Yang mesti kamu tahu tentang layer tool:


  • Selalu namai layer kamu dengan nama yang sesuai dengan isinya. Biasanya sih mulai bingung kalau kita sudah pakai banyak layer untuk bekerja.
  • Kalau perlu lagi, kelompokkan dalam folder.
  • Untuk menambahkan atau menghapus layer, dari menubar di atas > Layer > New > Layer ...
  • Shortcut untuk menduplikasi layer: ctrl + j
  • Layer terpilih biasanya dihighlight dalam warna biru secara default.
  • Tick icon mata untuk menyembunyikan layer biar nggak keliatan kalau kamu mau mengulik layer di bawahnya.
  • Kamu bisa bikin GIF dengan teknik layering lo. Tutorialnya ada di sini.



2. Color & Swatches Tool





Tentunya kamu sudah tahu, kalau tool ini untuk mengatur warna yang ada dalam artwork kamu.
Toolnya bisa kamu temukan di pojok kanan atas by default.

Selain itu, kamu juga bisa menemukannya di toolbox, yang ada di pinggir kiri by default.




Nah, kamu bisa bikin warna baru sih. Kalau color tool di toolbox itu kamu double click, maka akan muncul kotak seperti berikut ini.



Nah, tinggal geser-geser saja buletannya ke warna yang kamu kehendaki. Untuk menambahkannya ke Swatch, klik "Add to Swatches".


3. Custom Fonts & Text Tool




Untuk menambahkan teks, pergunakan Text Tool yang bisa kamu temukan di toolbox di sebelah kiri.
Setelah iconnya kamu klik, akan muncul kotak seperti ini di bagian atas jendela Photoshop kamu.


Kamu bisa memilih font, format bold/italic, juga besarnya font dari kotak tersebut. Dicoba-coba aja yah, supaya tahu efek-efek apa saja yang bisa terjadi.

Oh iya, setiap kali kamu menambahkan teks, maka secara otomatis Photoshop akan menambahkan layer baru.


4. Custom Brushes & The Brush Tool



Juga bisa kamu temukan di toolbox kiri.
Brush ini biasanya dipakai untuk menggambar bebas (yang memberikan efek kayak kuas gitu), atau bisa juga menjadi tool seleksi.

Tipe brush ini juga macam-macam. Kamu bahkan bisa menambahkan tipe brush lain yang bisa bikin artwork kamu lebih cetar. Coba download di Brusheezy.


Nah, kamu bisa atur brush di kotak di bagian atas dari interface Photoshop, kayak yang Text tadi.


5. Selection Tool





Selection tool  merupakan tool paling dasar di Photoshop. Bisa ditemukan di toolbox juga.

Hal pertama yang harus kamu ketahui bahwa seleksi hanya akan bekerja pada layer yang terpilih. Jadi, jangan sampai salah pilih layer ya.




Setelah sudah nyeleksi, tinggal klik kanan saja maka akan muncul menu lagi.

Cara mengopas gampang.
Buka gambar yang akan dikopi. Gunakan Select Tool untuk memilih gambar. Lalu ctrl + C, seperti biasa kalau ngopi.

Buka artwork yang akan di-paste. Lalu ya langsung aja Paste.

Tool lain yang bisa juga dipakai untuk seleksi adalah Pen, Brush, dan Lasso Tool. Biasanya sih dipakai untuk menyeleksi area yang ngga geometris.

Saya pernah bikin tutorial menghilangkan background dengan menggunakan Lasso Tool ini.


6. Move Tool




Tool satu ini juga tool paling dasar, dipakai untuk memindah-mindahkan elemen dalam artwork. Pastikan layer aktif ya.

Kalau kamu mau memindahkan objek dari satu artwork ke artwork yang lain juga gampang banget dengan Move Tool ini. Pastikan objeknya terseleksi dalam layer yang benar, lalu tinggal drag and drop aja ke artwork yang baru. Biasanya otomatis terbentuk layer yang baru juga.


7. Blending Options




Blending option biasanya dipakai untuk memberi efek pada objek dalam artwork.
Blending option ini dapat ditemukan dalam Layer > Layer Style > Blending Options.

Ada macam-macam ya blending optionnya. Saat blending option-nya sudah diklik, maka akan muncul popup seperti berikut.




Nah, tinggal diatur-atur saja sesuai keinginan.


Dan berikut adalah shortcut pada Photoshop dengan menggunakan keyboard.


  • Control + Alt + i (Command + Option + i ) = Change the image size.
  • Control + Alt + c (Command + Option + c ) = Change canvas size.
  • Control + + (Command + + ) = Zoom in.
  • Control + - (Command + - ) = Zoom out.
  • v = Pointer, a.k.a. Move Tool pointer-tool.png 
  • w = Magic Wand
  • m = Rectangular Marquee
  • l = Lasso
  • i = Eyedropper
  • c = Crop
  • e = Eraser
  • u = Rectangle
  • t = Horizontal Type
  • b = Brush
  • y = History Brush
  • j = Spot Healing Brush
  • g = Gradient
  • a = Path Selection
  • h = Hand
  • r = Rotate View
  • p = Pen
  • s = Clone Stamp
  • o = Dodge 
  • z = Zoom Tool
  • d = Default Foreground and Background Colors 
  • x = Switch Foreground and Background Colors 
  • q = Edit in Quick Mask Mode 
  • x = Change Screen Mode
  • , or . = Select previous or next brush style
  • Shift + , or . = Select first or last brush style used.
  • Caps Lock or Shift + Caps Lock (Caps Lock) = Display precise crosshair for brushes.
  • Shift + Alt + p (Shift + Option + p) = Toggle airbrush option
  • Shift + drag = Draw square slice.
  • Alt + drag (Option + drag) = Draw from center outward.
  • Shift + alt + drag (Shift + option + drag) = Draw square slice from center outward.
  • Spacebar + drag = Reposition the slice while creating the slice.
  • Shift + + or – = Cycle through blending modes.
  • Shift + Alt + n (Shift + Option + n) = Normal mode
  • Shift + Alt + i (Shift + Option + i) = Dissolve
  • Shift + Alt + k (Shift + Option + k) = Darken
  • Shift + Alt + g (Shift + Option + g) = Lighten
  • Shift + Alt + m (Shift + Option + m) = Multiply
  • Shift + Alt + o (Shift + Option + o) = Overlay
  • Shift + Alt + u (Shift + Option + u) = Hue
  • Shift + Alt + t (Shift + Option + t) = Saturation
  • Shift + Alt + y (Shift + Option + y) = Luminosity
  • Control + a (Command + a ) = Select all objects
  • Control + d (Command + d ) = Deselect all objects
  • Shift + Control + i (Shift + Command + i ) = Select the inverse of the selected objects
  • Control + Alt + a (Command + Option + a) = Select all layers
  • Control + Shift + E (Command + Shift + e) = Merge all layers
  • Alt + . (Option + .) = Select top layer
  • Alt + , (Option + ,) = Select bottom layer
  • Shift + Control + n (Shift + Command + n) = Create a new layer
  • Control + g (Command + g) = Group selected layers
  • Control + Shift + g (Command + Shift + g) = Ungroup selected layers
  • Control + e (Command + e) = Merge and flatten selected layers
  • Control + Shift + Alt + e (Command + Shift + Option + e) = Combine all layers into a new layer on top of the other layers. 
  • Control + t (Command + t) = Transform your object, which includes resizing and rotating
  • Control + Shift + s (Command + Shift + s) = Save your work as ...
  • Control + Shift + Alt + s (Command + Shift + Option + s) = Save for web and devices

Nggak usah dihafalin. Tahu aja beberapa yang mesti dipakai, nanti juga lama-lama hafal sendiri. Hahaha.

Demikian perkenalan singkat dan tutorial Photoshop, juga kegunaan tool-toolnya yang paling dasar. Untuk tool-tool yang lain, silakan dicoba-coba sendiri ya. Yang saya ulas di atas adalah beberapa yang paling sering dipakai.

Have fun photoshopping!

Cover Buku Flashes Of Life: 99 Cerita Hidup dan Kematian



Beberapa waktu yang lalu, saya mendesain salah satu kaver buku kumpulan flashfiction lagi. Temanya cukup unik, yaitu cerita-cerita tahapan hidup manusia, sejak usia anak-anak hingga akhirnya tiba waktunya untuk kita "pulang".

Menarik kan? Hehehe.
Iyain aja. Soalnya itu buku proyek saya. Huahahaha.

Setelah naskah siap, maka saatnya saya men-"dekorasi" wajah buku supaya menarik, dan bikin orang penasaran buat beli.

Setelah beberapa kali berusaha semedi--dan gagal--saya tiba-tiba ingat, kalau saya pernah bikin 2 sketsa ini.

Judulnya Rouge.





Dan yang kedua adalah ini, Verve.



Kayaknya cocok ya dengan tema bertumbuh dalam tahapan hidup manusia. Cuma yang Rouge itu memang agak savage sih. Tapi saya tetap coba bikin.

Satu mewakili yang savage, satu lagi mewakili yang "aman".

Dan jadilah dua artworks berikut.






Saya melakukan polling di grup inti pengurus penerbitan buku ini aja sih, enggak ke semua penulis. Karena sebenarnya saya sudah tahu, yang mana yang bakalan dipilih.

Ternyata, iya, yang kedua yang dipilih. Sesuai dengan yang saya prediksi. Hehehe.



So, proudly presents, buku kumpulan flashfiction Flashes of Life: 99 Cerita Hidup dan Kematian. Penulisnya ada 30 orang. Iya, banyak. Soalnya ini dulu dari hasil audisi. Kebetulan ya banyak juga yang kirim, sampai terkumpul 99 flashfiction. Hahaha.

Yang mau, bisa langsung pesan ke Stiletto Book.
Kebetulan sekarang sih masih preorder. Tapi umpamanya selesai masa preorder pun masih bisa terus dipesan kok, karena sistemnya memang print on demand.

Saya sertakan poster pemesanannya deh ya.



Sampai ketemu di desain berikutnya!

Tutorial Photoshop: Membuat Kolase Simpel




Hai! Zaman sekarang aplikasi editing foto sih udah banyak yah. Kita pun mudah buat menggunakannya. Nggak perlu sekolah desain kalau cuma buat banner atau kolase mah.

Tapi, menurut saya, keterampilan menggunakan Photoshop atau program desain grafis lainnya ini tetap penting ya, apalagi kalau kamu memang mau desain sendiri dengan lebih leluasa, yang bisa "kamu banget".

Nah, memenuhi permintaan seorang penggemar teman, saya akhirnya nulis tutorial bikin kolase pakai Photoshop ini.

Sebenernya saya juga bingung nulis ini, karena semacam ngajarin desain gitu, bikin kolase beginian mah tergantung ama imajinasi kita masing-masing mau dibikin gimana kan?

Tapi yaa sudahlah.
Mau tak bikin yang model beginian?




Mau ya? Yang begini dulu deh ya.
Ntar kalau ada yang lebih bagus, saya nulis tutorialnya lagi deh.
Mulai aja yuk!

Tutorial Photoshop: Membuat Kolase Sederhana


1. Buka file yang akan dijadikan foto background.




2. Buat group layer, biar gampang nanti kalau mau edit-edit. Caranya: di panel layers sebelah kanan, klik simbol folder nya >> “Create a new group”




3. Bikin rectangle putih di dalem group tadi. Besarnya sih dikira-kira aja yah.




4. Bikin layer baru masih di dalam group 1 tadi. Layer > New > Layer




5. Tambahkan rectangle warna hitam di atas rectangle putih tadi.




6. Buka file foto yang mau ditaruh di dalam frame tadi. Terus, bisa copy-paste atau langsung drag aja ke file kolase.





7. Kalau file fotonya udah “pindah” trus klik menu Layer > Create Clipping Mask. Sebelumnya pastikan dulu, layer foto ada di atas layer rectangle item yah? Digeser aja dengan drag kalau belum bener posisinya.




8. Drag foto ke posisi yang diinginkan, bisa di re-scale juga. Silakan, mau digimanain. Di-filter juga bisa.




9. Nah, terus, kalau mau ngedit si groupnya (mau di-scale, rotate apa di-drop shadows) di-close dulu groupnya di panel layers. Dengan ngeklik simbol segitiga yang ada di samping simbol mata.




10. Nah, bisa ditambahin image group yang kedua nih. Caranya ya sama kayak pas bikin group 1 tadi :D jangan lupa add new layer dulu yah.
Kalau enggak, group ke2 itu akan  jadi anak-group group 1 *belibet*




11. Abis itu bisa dihias-hias deh. Tambahin tulisan misalnya :D



Udah jadiii!
Simpel kan, tutorial photoshop kolasenya?

Selamat mencoba!

Ini Dia 10 Font Paling Populer di Kalangan Desainer Grafis - Kamu Sering Pakai yang Mana?



Karakter sebuah artwork desain grafis--terutama yang berupa komunikasi visual--tak akan lepas dari font. Karena, meski picture talks, tapi informasi utama biasanya tersampaikan melalui tulisan.

Font sendiri bisa banget menentukan karakter sebuah desain grafis. Jadi, selain berfungsi untuk menyampaikan pesan, font juga bisa menjadi elemen desain tersendiri.


Di dunia ini ada buanyak sekali font. Mungkin jutaan ya. Tapi, dari semua font tersebut, ternyata hanya 10 saja yang paling banyak digunakan, terutama oleh para desainer grafis.

Kenapa 10 font ini? Karena bentuknya sederhana, sehingga kalau dipakai dalam penyusunan kalimat dan kata dalam sebuah artwork desain grafis, biasanya juga mudah terbaca meski dari kejauhan sekalipun.

Font apa saja sih yang paling populer ini? Ini dia.


10 font paling populer dan paling banyak digunakan oleh para desainer grafis, dan sedikit sejarah mengenainya


1. Helvetica (Max Miedinger, 1957)





Ya, Helvetica barangkali adalah font paling populer dan paling banyak dipergunakan di seluruh dunia. Helvetica ini simpel dan desainnya modern, tapi sekaligus everlasting.


2. Baskerville (John Baskerville, 1757)



John Baskerville mendesain typeface ini karena dia kurang puas dengan font Caslon yang saat itu sedang ngehits. Baskerville dikatakan sebagai font gaya transisi, antara Caslon yang klasik dengan Bodoni yang modern.

Dalam perkembangannya, font Baskerville didesain ulang supaya tampak lebih elegan hingga melahirkan font New Baskerville.


3. Times (Stanley Morison, 1931)




Manajer harian The Times, William Lints-Smith, mendapatkan kritik dari Stanley Morison untuk typeface atau font yang mereka gunakan dalam surat kabar mereka yang beredar di London. Lints-Smith lantas merekrut Morison agar membuatkan mereka font yang sesuai dengan image The Times.

Morison akhirnya mendesain satu bentuk font baru, yang dinamainya Times New Roman, yang menggantikan font lama, Times Old Roman. Kini Times New Roman merupakan salah satu font yang pualing banyak digunakan.


4. Akzidenz Grotesk (Brethold Type Foundry, 1896)



Font ini mendapatkan pengaruh dari beberapa font yang lebih terkenal sebelumnya, seperti Frutiger dan Helvetica.

Font ini disukai karena punya variasi ketebalan yang sangat luas, terutama setelah dikembangkan lagi oleh Gunter Gerhard Lange di tahun 1950-an.


5. Gotham (Hoefler and Frere- Jones, 2000)



Dirilis di tahun 2000, Gotham merupakan pengembangan dari font lama, Gothic, hingga kemudian font ini berkembang dan disukai oleh para desainer grafis karena gaya modern dan simplicity-nya.

Font ini juga menjadi font "resmi" untuk berbagai poster dan komunikasi visual selama kampanye Presiden Obama tahun 2008 lo.


6. Bodoni (Giambattista Bodoni, 1790)



Bodoni mendesain font ini di abad ke-18 di kastel milik Duke Ferdinand of Bourbon-Parma, yang sangat mengagumi hasil karya tangan Bodoni sehingga mengizinkannya untuk membuat kantor percetakan sendiri di dalam kastelnya.

Tahun 1920-an, Morris Fuller Benton mendesain ulang font ini, sehingga style-nya menjadi lebih indah dan elegan lagi. Font ini digunakan dalam berbagai poster film Goodfellas, yang dibintangi oleh Robert De Niro, Ray Liotta dan Joe Pesci.


7. Didot (Firmin Didot, 1784-1811)



Didot merupakan font alternatif Bodoni yang sama populernya, yang dirilis juga kurang lebih dalam waktu yang sama.

Font ini pada dasarnya merupakan versi lebih langsing dari Bodoni sih, sekaligus mengambil sedikit inspirasi juga dari Baskerville.


8. Futura (Paul Renner, 1927)



Didesain tahun 1920-an, Futura menjadi semacam patokan (benchmarking) untuk para desainer penggemar font geometric sans.

Sampai sekarang, font ini hampir selalu digunakan dalam setiap karya komunikasi visual. Volkswagen saja nggak pernah ganti, selalu menggunakan font ini dalam logonya.


9. Gill Sans (Eric Gill, 1928)




Disebut juga sebagai English Font, Gill Sans didesain oleh Eric Gill, yang banyak bekerja dengan Edward Johnston--yang menciptakan font Johnston untuk dipakai oleh media London Underground secara eksklusif.

Gill Sans disukai oleh para desainer grafis karena variasi dan ketebalannya yang beragam.


10. Frutiger (Adrian Frutiger, 1977)



Font ini didesain oleh Adrian Frutiger untuk desain signage bandara baru Paris tahun 1977. Tadinya sih Frutiger sudah mendesain font yang dinamainya Univers, namun katanya font-nya terlalu kaku dan geometris. Kurang luwes gitu deh.

Maka kemudian, font ini pun muncul.


Nah, kamu sendiri suka pakai font yang mana sih? Dan, kenapa suka pakai font tersebut?
Share di kolom komen ya!

Tutorial Photoshop - Mengubah Foto Berwarna menjadi Hitam Putih dengan Kontras Tinggi



Seringkali, cuma beberapa saat setelah mengambil sebuah foto, kita baru nyadar, sepertinya kalo foto yang diambil akan terlihat lebih bagus kalau jadi hitam-putih.

Foto hitam putih biasanya lebih dramatis dan puitis apalagi untuk memunculkan kesan nostalgia. Biasanya memang dipake untuk keperluan jurnalistik.

Well, sekarang saya mau nunjukin cara mengubah foto berwarna menjadi hitam-putih dengan memberikan sentuhan kontras yang tinggi supaya lebih memberi tekanan yang kuat pada garis-garisnya dan mempertajam foto.

Tentunya dengan bantuan sang mighty one, Mister Potosop~!

Mulai aja ya.

Tutorial mengubah foto berwarna menjadi foto hitam putih kontras tinggi dengan Photoshop


1. Buka file foto yang akan diubah dari berwarna jadi hitam putih. 


Di sini saya nemuin satu foto (bukan saya sih yang ambil) yang kira-kira memerlukan sentuhan nostalgia di situ.



2. Di bagian menu bar, pilih [Image] - [Adjustments] – [Desaturate] 


Ini dilakukan untuk menghilangkan seluruh informasi warna. Perhatikan kalau foto berubah menjadi grayscale. Atau bisa juga pake shortcut Ctrl+Shift+U.

Jadilah fotonya begini.




3. Lalu ke menu bar lagi. Pilih [Image] - [Adjustments] - [Levels]


Perhatikan kotak dialog Levels akan muncul.
Masukkan nilai secara urut di kotak teks Input Levels : 50, 0.85 dan 200.. lalu klik OK.

Ini akan menambah nilai highlights dan midtone pada foto.




4. Lalu buat salinan layer


Caranya, lihat panel sebelah kiri bawah, ada panel layer lalu di bawahnya ada gambar yang lagi kita kerjain dengan nama layer Background.

Klik kanan layer Background, akan muncul menu lagi, pilih [Duplicate Layer].
Maka layer akan terduplikasi.




5. Dalam keadaan layer copy aktif, kita ke menu bar lagi, pilih [Image] – [Adjustments] – [Threshold]


Kotak dialog Threshold akan muncul. Geser indikator Threshold jadi 60, atau bisa juga langsung ketikin di kotak Threshold Level. Klik OK.

Perhatikan bahwa gambar akan berubah dari berwarna abu-abu menjadi benar-benar hitam putih.



Perintah threshold mengubah gambar berwarna dan grayscale menjadi hitam putih dengan tingkat kontras yang tinggi.

Pixel yang lebih terang dari nilai threshold yang ditetapkan berubah menjadi putih, sementara pixel yang lebih gelap dari nilai threshold yang ditetapkan akan berubah menjadi hitam.

Umumnya sih, nilai threshold yang lebih tinggi akan membuat gambar jadi lebih hitam atau gelap.


6. Lalu lihat lagi di panel layers


Di bawah judul panel, ubah mode blending pada seluruh layer yang threshold level nya diubah tadi jadi Overlay.



7. Terakhir, pada panel dan layer yang sama, ubah Opacity layer nya jadi 60 %




Ini dia hasil akhirnya.




Gampang yes?
Selamat mencoba!