Tutorial Photoshop - Mengubah Foto Berwarna menjadi Hitam Putih dengan Kontras Tinggi



Seringkali, cuma beberapa saat setelah mengambil sebuah foto, kita baru nyadar, sepertinya kalo foto yang diambil akan terlihat lebih bagus kalau jadi hitam-putih.

Foto hitam putih biasanya lebih dramatis dan puitis apalagi untuk memunculkan kesan nostalgia. Biasanya memang dipake untuk keperluan jurnalistik.

Well, sekarang saya mau nunjukin cara mengubah foto berwarna menjadi hitam-putih dengan memberikan sentuhan kontras yang tinggi supaya lebih memberi tekanan yang kuat pada garis-garisnya dan mempertajam foto.

Tentunya dengan bantuan sang mighty one, Mister Potosop~!

Mulai aja ya.

Tutorial mengubah foto berwarna menjadi foto hitam putih kontras tinggi dengan Photoshop


1. Buka file foto yang akan diubah dari berwarna jadi hitam putih. 


Di sini saya nemuin satu foto (bukan saya sih yang ambil) yang kira-kira memerlukan sentuhan nostalgia di situ.



2. Di bagian menu bar, pilih [Image] - [Adjustments] – [Desaturate] 


Ini dilakukan untuk menghilangkan seluruh informasi warna. Perhatikan kalau foto berubah menjadi grayscale. Atau bisa juga pake shortcut Ctrl+Shift+U.

Jadilah fotonya begini.




3. Lalu ke menu bar lagi. Pilih [Image] - [Adjustments] - [Levels]


Perhatikan kotak dialog Levels akan muncul.
Masukkan nilai secara urut di kotak teks Input Levels : 50, 0.85 dan 200.. lalu klik OK.

Ini akan menambah nilai highlights dan midtone pada foto.




4. Lalu buat salinan layer


Caranya, lihat panel sebelah kiri bawah, ada panel layer lalu di bawahnya ada gambar yang lagi kita kerjain dengan nama layer Background.

Klik kanan layer Background, akan muncul menu lagi, pilih [Duplicate Layer].
Maka layer akan terduplikasi.




5. Dalam keadaan layer copy aktif, kita ke menu bar lagi, pilih [Image] – [Adjustments] – [Threshold]


Kotak dialog Threshold akan muncul. Geser indikator Threshold jadi 60, atau bisa juga langsung ketikin di kotak Threshold Level. Klik OK.

Perhatikan bahwa gambar akan berubah dari berwarna abu-abu menjadi benar-benar hitam putih.



Perintah threshold mengubah gambar berwarna dan grayscale menjadi hitam putih dengan tingkat kontras yang tinggi.

Pixel yang lebih terang dari nilai threshold yang ditetapkan berubah menjadi putih, sementara pixel yang lebih gelap dari nilai threshold yang ditetapkan akan berubah menjadi hitam.

Umumnya sih, nilai threshold yang lebih tinggi akan membuat gambar jadi lebih hitam atau gelap.


6. Lalu lihat lagi di panel layers


Di bawah judul panel, ubah mode blending pada seluruh layer yang threshold level nya diubah tadi jadi Overlay.



7. Terakhir, pada panel dan layer yang sama, ubah Opacity layer nya jadi 60 %




Ini dia hasil akhirnya.




Gampang yes?
Selamat mencoba!



Tutorial Montage Foto untuk Promosi dengan Photoshop



Posting kali ini bisa dibilang merupakan lanjutan bahasan foto untuk online shop yang pernah saya post di sini.

Kadang kita perlu foto di mana ada beberapa produk dalam 1 frame. Yang kaya gini biasanya dipakai untuk promosi. Bisa untuk brosur atau untuk cover timeline mungkin :)

Nah, foto kayak gini bisa kok diambil dari foto-foto yang udah ada. Nggak perlu motret lagi dari awal.

Kalau kamu memang prefer menggunakan Photoshop alih-alih aplikasi fotografi di smartphone, caranya juga gampang banget. Background juga putih aja, tanpa aneh-aneh.

Pertama, tentunya pastikan dulu bahwa semua foto ber background transparan (cara bikin membuat background transparan bisa dilihat di sini) dan siapkan beberapa foto yang akan dijadikan dalam bentuk .psd ya. Kalau dalam bentuk .jpg kan backgroundnya jadi putih, bukan transparan lagi :)

Lalu ikuti beberapa langkah berikut:

1. Buka the mighty Photoshop, terus buka file-file foto yang akan di-montage.



2. Buka file baru. Saya pakainya 1366 x 768 pixel. Ini bisa disesuaikan nanti :)




3. Drag foto pertama ke dalam frame.



4. Drag foto kedua, dan seterusnya. Draggingnya pakai move tool ya. Sesuaikan ukuran masing-masing foto juga dengan men-drag sudut transform control-nya, terus sesuaikan urutan layernya juga dengan men-drag layer pada panel layer di sisi kanan :)




5. Jadinya begini.



Nah, sebenernya ngga ada aturan baku buat nata foto beginian. Tapi saya sih suka nurut prinsip perspektif. Jadi, pastikan yang di belakang itu imagenya lebih kecil daripada yang depan. Akan keliatan dinamis dan lebih hidup :)

Kalau bisa, atur juga level gelap terangnya, makin ke belakang makin gelap.

Yang tadinya canvasnya terlalu gede, bisa dikrop. Yang kekecilan, bisa ditambah ukuran canvasnya dengan Menu > Image > Canvas Size, dan masukkan nilai yang diinginkan.

Nah, sudah selesai.

Selamat mencoba!

Adamawa Series Ambience Foto Session




Ambience foto berarti adalah foto produk (terutama produk furniture, kalo buat saya) yang dikondisikan di mana produk-produk tersebut diaplikasikan ke dalam ruang interior yang sesungguhnya.

Salah satu deskripsi pekerjaan saya di kantor lama adalah memang melakukan sesi pemotretan untuk keperluan foto ambience ini. Biasanya foto yang begini ini saya buat untuk keperluan media promosi, seperti untuk dipergunakan dalam katalog produk maupun untuk diupload ke website.

Kali ini yang saya bidik adalah satu seating set koleksi dari The Jungle milik Djawa Furni.



Konsep si desain produk sendiri adalah menyajikan furniture berbahan dasar ranting-ranting kayu jati yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk satu furniture yang fungsional sekaligus dekoratif, maka seri ini saya namakan The Jungle… Hutan… ada banyak set yang masuk ke dalam seri The Jungle ini, Adamawa ini salah satunya.

Nama Adamawa sendiri saya ambil, kalo ndak salah, karena sudah lama sekali ini jadi udah lupa :D, dari nama sebuah hutan di kawasan Afrika. Kalo ndak salah di Nigeria, karena kemudian mengikuti judul seri besarnya yaitu The Jungle, saya namakan masing-masing set dengan nama-nama hutan di seluruh dunia.

Kebetulan di salah satu showroom Djawa Furni itu ber-backdrop hutan belantara, maka di sanalah saya menyetting photo session hari itu. Sebenernya akan lebih natural, kalo semua barang-barang ini memang saya angkut untuk saya foto di hutan yang sebenernya.

Tapi yahhh… keterbatasan SDM yang bisa membantu saya-lah kendalanya :D Jadi yaa terpaksa harus puas cuma difoto di interior saja.

Anyway, adalah biasa dalam sesi motret begini, saya bisa motret 5 hingga 6 kali shoot. Karena pertimbangan angle biasanya. Supaya lebih banyak alternatif gitu.

Nah, yang di bawah ini adalah foto-foto mentah, belum diretouch dengan Photoshop. Sedangkan yang di atas sana adalah foto yang sudah final touch, alias sudah diedit-edit dengan Photoshop. Biasanya saya mengantur level pencahayaan, menambah ketajaman warna dan poles-poles edge yang kabur biar lebih berkesan 3D.









Sampai bertemu lagi di portfolio sesi pemotretan produk selanjutnya!~

10 Font Gratis Lagi Buat Kamu!



Hai!
Font gratis lagi nih. Mau?

Yuk, cusss.

1. Adam



Download di sini.


2. Bravery



Download di sini.


3. Bellaboo



Download di sini.


4. Reis



Download di sini.


5. Francisco



Download di sini.


6. Saldina



Download di sini.


7. Shaded Lanch



Download di sini.


8. Electronics



Download di sini.


9. Jumper



Download di sini.


10. Noelan



Download di sini.


Itu dia 10 font gratisan kita kali ini.
Selamat men-download, and enjoy!


Tips Sederhana Teknik Komposisi pada Fotografi




Bisa motret? Pasti dijawab, bisa!

Tapi kalau ditanya, bisa motret dengan bagus? Bisa jadi jawabnya rada lama, lalu ragu-ragu sebelum mengambil keputusan mau jawab apa.

Kalau nggak, pasti berakhir dengan pertanyaan, motret dengan bagus itu yang gimana emang?

Saya juga masih belum mahir-mahir banget dalam motret memotret. Nggak bisa bikin teori kalau keadaan cuaca begini mesti bukaan segini, pencahayaan segini.

Saya cuma bisa ngerasain doang, tapi dari semua pengalaman yang udah saya alami -catet : pengalaman seorang amatir- saya bisa mengatakan satu hal yang paling penting kalau kita mengambil keputusan untuk memotret suatu obyek, yaitu komposisi!

Memang perlu memikirkan komposisi dalam forografi?
Hmmm… menurut saya ini malah yang paling pertama harus dipikirkan sebelum beranjak ke pencahayaan, kontras, warna dan lain-lain itu. Karena kalau komposisi salah, yang ada kita mesti ngulangin motret lagi. Iya kan?

Lalu, apa yang musti kita lakukan dengan komposisi fotografi ini?

Begini, saya langsung kasih saja cara praktisnya. Cara "bodo"-nya.

Memang nggak ada yang ngelarang kalau kita mau meletakkan objek di tengah-tengah frame.
Tapiii, kita akan membuat sesuatu yang lebih menarik secara komposisi ketika kita meletakkan objek agak off-center, alias agak ke pinggir dari frame.

Kenapa?

Meletakkan objek di tengah frame akan cenderung memusatkan perhatian di tengah gambar, and thats it! Nothing more, dan hasilnya foto akan menjadi datar.

Tapi dengan meletakkan objek agak ke pinggir frame, kita memberi kesempatan kepada para penikmat untuk menjelajah foto kita itu.

Terus, gimana caranya?

Yah, tetep mesti ati-ati juga meletakkan si objek itu kalau mau menggeser titik fokusnya. Kita bisa coba rumus pertigaan ini. Ini udah banyak dipakai oleh fotografer-fotografer profesional untuk menghasilkan karya-karya yang bagus.

Pada awalnya teori ini dipakai oleh pelukis-pelukis zaman dahulu kala di negeri antah berantah *hayah*.

Jadi gini, coba bayangkan frame dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Pembaginya adalah dua garis horizontal dan 2 garis vertikal.

Kemudian letakkan objek foto kita, atau objek yang kita anggap sebagai “objek kunci” tepat atau dekat titik pertemuan garis (disebut point of power). Dengan begini, kita akan membawa mata penikmat ke seluruh gambar, dan membangun komposisi yang lebih balance.

Bisa diliat di contoh foto berikut, bisa diliat peletakkan itu objek yg berupa petani yangg lagi memanen padinya. Dia ada off center di bagian kanan.




Coba bandingin dengan yg begini.




Kerasa nggak “beda” nya?




Objek yang mo ditangkap sama, yaitu si petani yang lagi memanen padinya. Tapi suasana sawahnya akan lebih terekam kalau memakai komposisi gambar yang pertama.

Objek yang biasa bisa jadi “berbicara” banyak kalo komposisinya tepat. Mungkin kalau si pemotret lebih berani lagi mengambil pembagian secara ekstrem dengan menempatkan obyek lebih kecil dan merekam sawah yang lebih banyak, mungkin akan foto ini bisa lebih banyak berbicara.

Selamat mencoba!

Btw, kapan ya megang kamera beneran lagi? :neutral: *iya, yang ini curhat*