Adamawa Series Ambience Foto Session




Ambience foto berarti adalah foto produk (terutama produk furniture, kalo buat saya) yang dikondisikan di mana produk-produk tersebut diaplikasikan ke dalam ruang interior yang sesungguhnya.

Salah satu deskripsi pekerjaan saya di kantor lama adalah memang melakukan sesi pemotretan untuk keperluan foto ambience ini. Biasanya foto yang begini ini saya buat untuk keperluan media promosi, seperti untuk dipergunakan dalam katalog produk maupun untuk diupload ke website.

Kali ini yang saya bidik adalah satu seating set koleksi dari The Jungle milik Djawa Furni.



Konsep si desain produk sendiri adalah menyajikan furniture berbahan dasar ranting-ranting kayu jati yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk satu furniture yang fungsional sekaligus dekoratif, maka seri ini saya namakan The Jungle… Hutan… ada banyak set yang masuk ke dalam seri The Jungle ini, Adamawa ini salah satunya.

Nama Adamawa sendiri saya ambil, kalo ndak salah, karena sudah lama sekali ini jadi udah lupa :D, dari nama sebuah hutan di kawasan Afrika. Kalo ndak salah di Nigeria, karena kemudian mengikuti judul seri besarnya yaitu The Jungle, saya namakan masing-masing set dengan nama-nama hutan di seluruh dunia.

Kebetulan di salah satu showroom Djawa Furni itu ber-backdrop hutan belantara, maka di sanalah saya menyetting photo session hari itu. Sebenernya akan lebih natural, kalo semua barang-barang ini memang saya angkut untuk saya foto di hutan yang sebenernya.

Tapi yahhh… keterbatasan SDM yang bisa membantu saya-lah kendalanya :D Jadi yaa terpaksa harus puas cuma difoto di interior saja.

Anyway, adalah biasa dalam sesi motret begini, saya bisa motret 5 hingga 6 kali shoot. Karena pertimbangan angle biasanya. Supaya lebih banyak alternatif gitu.

Nah, yang di bawah ini adalah foto-foto mentah, belum diretouch dengan Photoshop. Sedangkan yang di atas sana adalah foto yang sudah final touch, alias sudah diedit-edit dengan Photoshop. Biasanya saya mengantur level pencahayaan, menambah ketajaman warna dan poles-poles edge yang kabur biar lebih berkesan 3D.









Sampai bertemu lagi di portfolio sesi pemotretan produk selanjutnya!~

10 Font Gratis Lagi Buat Kamu!



Hai!
Font gratis lagi nih. Mau?

Yuk, cusss.

1. Adam



Download di sini.


2. Bravery



Download di sini.


3. Bellaboo



Download di sini.


4. Reis



Download di sini.


5. Francisco



Download di sini.


6. Saldina



Download di sini.


7. Shaded Lanch



Download di sini.


8. Electronics



Download di sini.


9. Jumper



Download di sini.


10. Noelan



Download di sini.


Itu dia 10 font gratisan kita kali ini.
Selamat men-download, and enjoy!


Tips Sederhana Teknik Komposisi pada Fotografi




Bisa motret? Pasti dijawab, bisa!

Tapi kalau ditanya, bisa motret dengan bagus? Bisa jadi jawabnya rada lama, lalu ragu-ragu sebelum mengambil keputusan mau jawab apa.

Kalau nggak, pasti berakhir dengan pertanyaan, motret dengan bagus itu yang gimana emang?

Saya juga masih belum mahir-mahir banget dalam motret memotret. Nggak bisa bikin teori kalau keadaan cuaca begini mesti bukaan segini, pencahayaan segini.

Saya cuma bisa ngerasain doang, tapi dari semua pengalaman yang udah saya alami -catet : pengalaman seorang amatir- saya bisa mengatakan satu hal yang paling penting kalau kita mengambil keputusan untuk memotret suatu obyek, yaitu komposisi!

Memang perlu memikirkan komposisi dalam forografi?
Hmmm… menurut saya ini malah yang paling pertama harus dipikirkan sebelum beranjak ke pencahayaan, kontras, warna dan lain-lain itu. Karena kalau komposisi salah, yang ada kita mesti ngulangin motret lagi. Iya kan?

Lalu, apa yang musti kita lakukan dengan komposisi fotografi ini?

Begini, saya langsung kasih saja cara praktisnya. Cara "bodo"-nya.

Memang nggak ada yang ngelarang kalau kita mau meletakkan objek di tengah-tengah frame.
Tapiii, kita akan membuat sesuatu yang lebih menarik secara komposisi ketika kita meletakkan objek agak off-center, alias agak ke pinggir dari frame.

Kenapa?

Meletakkan objek di tengah frame akan cenderung memusatkan perhatian di tengah gambar, and thats it! Nothing more, dan hasilnya foto akan menjadi datar.

Tapi dengan meletakkan objek agak ke pinggir frame, kita memberi kesempatan kepada para penikmat untuk menjelajah foto kita itu.

Terus, gimana caranya?

Yah, tetep mesti ati-ati juga meletakkan si objek itu kalau mau menggeser titik fokusnya. Kita bisa coba rumus pertigaan ini. Ini udah banyak dipakai oleh fotografer-fotografer profesional untuk menghasilkan karya-karya yang bagus.

Pada awalnya teori ini dipakai oleh pelukis-pelukis zaman dahulu kala di negeri antah berantah *hayah*.

Jadi gini, coba bayangkan frame dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Pembaginya adalah dua garis horizontal dan 2 garis vertikal.

Kemudian letakkan objek foto kita, atau objek yang kita anggap sebagai “objek kunci” tepat atau dekat titik pertemuan garis (disebut point of power). Dengan begini, kita akan membawa mata penikmat ke seluruh gambar, dan membangun komposisi yang lebih balance.

Bisa diliat di contoh foto berikut, bisa diliat peletakkan itu objek yg berupa petani yangg lagi memanen padinya. Dia ada off center di bagian kanan.




Coba bandingin dengan yg begini.




Kerasa nggak “beda” nya?




Objek yang mo ditangkap sama, yaitu si petani yang lagi memanen padinya. Tapi suasana sawahnya akan lebih terekam kalau memakai komposisi gambar yang pertama.

Objek yang biasa bisa jadi “berbicara” banyak kalo komposisinya tepat. Mungkin kalau si pemotret lebih berani lagi mengambil pembagian secara ekstrem dengan menempatkan obyek lebih kecil dan merekam sawah yang lebih banyak, mungkin akan foto ini bisa lebih banyak berbicara.

Selamat mencoba!

Btw, kapan ya megang kamera beneran lagi? :neutral: *iya, yang ini curhat*

4 Website Tempat Belajar Fotografi Gratis



Buat kamu yang suka fotografi dan lebih suka belajar secara otodidak ketimbang mengambil kursus, kamu juga bisa belajar fotografi di beberapa website berikut lho.


4 Website Tempat Belajar Fotografi Gratis


1. Digital Photography School (http://digital-photography-school.com)




Di website ini nggak cuma banyak tutorial, tapi juga sampai camera hacks. Lengkap deh pokoknya.
Kalau dari pengamatan sih, ini kayaknya web keroyokan. Jadi dari yang sudah pakar sampe yang amatiran masing-masing share ilmu aja di sini.

Kita? Tinggal belajar aja. Asyik kan?


2. The Photo Argus (http://www.thephotoargus.com)






Di Photo Argus juga cukup lengkap triknya. Ini juga web umum nih kayaknya. Kamu kalau mau ikut kontribusi juga bisa.


3. Photography Concentrate (https://photographyconcentrate.com)



Web ini dikelola oleh sepasang suami istri, Job dan Lauren Lim. Nggak cuma berisi artikel-artikel tips fotografi, tapi juga ada kursus berbayar via video tutorial yang bisa kamu download juga. Artikelnya juga beragam, dari mulai tips sampai review kamera dan alat-alat fotografi lain.


4. Photofocus (https://photofocus.com)





Di Photofocus, kamu juga bisa dengerin Podcast, yaitu konten audio. Penuh berisi tips dan tutorial seputar fotografi dan juga video.


Nah, gimana? Belajar itu bisa saja nggak mahal kan? Yang pasti, fotografi memang soal praktik. Makin sering praktik, maka makin bagus pula progres yang akan kamu lalui.

Happy photographing!

Logo Design - Home Ideas



Salah satu logo yang sempat saya ulik dulu adalah Home Ideas.

Home Ideas ini adalah salah satu divisi retail interior dari perusahaan furniture tempat saya dulu bekerja. Tahun 2012 - 2013 dulu, divisi ini sempat ngehits banget. Ngisi di Informa Alam Sutera, ngisi juga mal di mana-mana. Saya lupa deh.

Barang-barangnya adalah produk-produk ekspor tapi yang kualitasnya agak di bawah sedikit. Namun, meski standarnya di bawah QC Ekspor, tapi kualitas kalau di dalam negeri sih bolehlah diadu dengan merek-merek furniture terkenal, macam IKEA dan sebagainya.

Lagipula ini buatan pengrajin lokal kan. Nggak kalah bangetlah sama IKEA, apalagi sama pabrikan-pabrikan semacam Ligna.

Anyway, seperti biasa, saat mulai dilaunching, saya kebagian tugas untuk bikin brand identity.

Sebelumnya, si bos sempat punya merek namanya 'De Mang Furniture'. Beliau pengin saya ngulik aja dari logo awal De Mang tersebut.



Ini logo De Mang yang harus saya ulik untuk menjadi logo baru Home Ideas.
Maka, saya pun melakukan studi bentuk logo sebagai berikut.





Setelah diskusi bareng si bos, dan saya terus terang agak lupa apa saja pertimbangannya, ternyata logo ini kurang oke deh pokoknya.



Maka, saya pun memikirkan bentuk lain.

Home adalah sebuah ruang hidup kita. Betul nggak? Maka saya pun memikirkan satu bentuk simpel saja, yang bisa mewakili sebuah ruang fleksibel, nyaman, dan menyangkup seluruh hidup kita.

So, entah dari mana asalnya, lagi-lagi saya udah lupa (maklum udah berapa tahun yang lalu), I came up with this one.


Looks so simpel dan mudah diingat kan?
Dan, kemudian setelah didiskusikan lagi, inilah hasilnya.



Yes, jadi logo terakhir inilah yang akhirnya kita pakai.

Demikian, proses desain Home Ideas. Sayang banget sih, web dan juga Facebook Fanpage-nya sudah ilang. Sejak saya resign, nampaknya brand ini juga sudah nggak dikembangkan lagi kayaknya.

Itu dulu ceritanya.
Masih banyak cerita proses desain yang lain :)