Tips Sederhana Teknik Komposisi pada Fotografi




Bisa motret? Pasti dijawab, bisa!

Tapi kalau ditanya, bisa motret dengan bagus? Bisa jadi jawabnya rada lama, lalu ragu-ragu sebelum mengambil keputusan mau jawab apa.

Kalau nggak, pasti berakhir dengan pertanyaan, motret dengan bagus itu yang gimana emang?

Saya juga masih belum mahir-mahir banget dalam motret memotret. Nggak bisa bikin teori kalau keadaan cuaca begini mesti bukaan segini, pencahayaan segini.

Saya cuma bisa ngerasain doang, tapi dari semua pengalaman yang udah saya alami -catet : pengalaman seorang amatir- saya bisa mengatakan satu hal yang paling penting kalau kita mengambil keputusan untuk memotret suatu obyek, yaitu komposisi!

Memang perlu memikirkan komposisi dalam forografi?
Hmmm… menurut saya ini malah yang paling pertama harus dipikirkan sebelum beranjak ke pencahayaan, kontras, warna dan lain-lain itu. Karena kalau komposisi salah, yang ada kita mesti ngulangin motret lagi. Iya kan?

Lalu, apa yang musti kita lakukan dengan komposisi fotografi ini?

Begini, saya langsung kasih saja cara praktisnya. Cara "bodo"-nya.

Memang nggak ada yang ngelarang kalau kita mau meletakkan objek di tengah-tengah frame.
Tapiii, kita akan membuat sesuatu yang lebih menarik secara komposisi ketika kita meletakkan objek agak off-center, alias agak ke pinggir dari frame.

Kenapa?

Meletakkan objek di tengah frame akan cenderung memusatkan perhatian di tengah gambar, and thats it! Nothing more, dan hasilnya foto akan menjadi datar.

Tapi dengan meletakkan objek agak ke pinggir frame, kita memberi kesempatan kepada para penikmat untuk menjelajah foto kita itu.

Terus, gimana caranya?

Yah, tetep mesti ati-ati juga meletakkan si objek itu kalau mau menggeser titik fokusnya. Kita bisa coba rumus pertigaan ini. Ini udah banyak dipakai oleh fotografer-fotografer profesional untuk menghasilkan karya-karya yang bagus.

Pada awalnya teori ini dipakai oleh pelukis-pelukis zaman dahulu kala di negeri antah berantah *hayah*.

Jadi gini, coba bayangkan frame dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Pembaginya adalah dua garis horizontal dan 2 garis vertikal.

Kemudian letakkan objek foto kita, atau objek yang kita anggap sebagai “objek kunci” tepat atau dekat titik pertemuan garis (disebut point of power). Dengan begini, kita akan membawa mata penikmat ke seluruh gambar, dan membangun komposisi yang lebih balance.

Bisa diliat di contoh foto berikut, bisa diliat peletakkan itu objek yg berupa petani yangg lagi memanen padinya. Dia ada off center di bagian kanan.




Coba bandingin dengan yg begini.




Kerasa nggak “beda” nya?




Objek yang mo ditangkap sama, yaitu si petani yang lagi memanen padinya. Tapi suasana sawahnya akan lebih terekam kalau memakai komposisi gambar yang pertama.

Objek yang biasa bisa jadi “berbicara” banyak kalo komposisinya tepat. Mungkin kalau si pemotret lebih berani lagi mengambil pembagian secara ekstrem dengan menempatkan obyek lebih kecil dan merekam sawah yang lebih banyak, mungkin akan foto ini bisa lebih banyak berbicara.

Selamat mencoba!

Btw, kapan ya megang kamera beneran lagi? :neutral: *iya, yang ini curhat*

4 Website Tempat Belajar Fotografi Gratis



Buat kamu yang suka fotografi dan lebih suka belajar secara otodidak ketimbang mengambil kursus, kamu juga bisa belajar fotografi di beberapa website berikut lho.


4 Website Tempat Belajar Fotografi Gratis


1. Digital Photography School (http://digital-photography-school.com)




Di website ini nggak cuma banyak tutorial, tapi juga sampai camera hacks. Lengkap deh pokoknya.
Kalau dari pengamatan sih, ini kayaknya web keroyokan. Jadi dari yang sudah pakar sampe yang amatiran masing-masing share ilmu aja di sini.

Kita? Tinggal belajar aja. Asyik kan?


2. The Photo Argus (http://www.thephotoargus.com)






Di Photo Argus juga cukup lengkap triknya. Ini juga web umum nih kayaknya. Kamu kalau mau ikut kontribusi juga bisa.


3. Photography Concentrate (https://photographyconcentrate.com)



Web ini dikelola oleh sepasang suami istri, Job dan Lauren Lim. Nggak cuma berisi artikel-artikel tips fotografi, tapi juga ada kursus berbayar via video tutorial yang bisa kamu download juga. Artikelnya juga beragam, dari mulai tips sampai review kamera dan alat-alat fotografi lain.


4. Photofocus (https://photofocus.com)





Di Photofocus, kamu juga bisa dengerin Podcast, yaitu konten audio. Penuh berisi tips dan tutorial seputar fotografi dan juga video.


Nah, gimana? Belajar itu bisa saja nggak mahal kan? Yang pasti, fotografi memang soal praktik. Makin sering praktik, maka makin bagus pula progres yang akan kamu lalui.

Happy photographing!

Logo Design - Home Ideas



Salah satu logo yang sempat saya ulik dulu adalah Home Ideas.

Home Ideas ini adalah salah satu divisi retail interior dari perusahaan furniture tempat saya dulu bekerja. Tahun 2012 - 2013 dulu, divisi ini sempat ngehits banget. Ngisi di Informa Alam Sutera, ngisi juga mal di mana-mana. Saya lupa deh.

Barang-barangnya adalah produk-produk ekspor tapi yang kualitasnya agak di bawah sedikit. Namun, meski standarnya di bawah QC Ekspor, tapi kualitas kalau di dalam negeri sih bolehlah diadu dengan merek-merek furniture terkenal, macam IKEA dan sebagainya.

Lagipula ini buatan pengrajin lokal kan. Nggak kalah bangetlah sama IKEA, apalagi sama pabrikan-pabrikan semacam Ligna.

Anyway, seperti biasa, saat mulai dilaunching, saya kebagian tugas untuk bikin brand identity.

Sebelumnya, si bos sempat punya merek namanya 'De Mang Furniture'. Beliau pengin saya ngulik aja dari logo awal De Mang tersebut.



Ini logo De Mang yang harus saya ulik untuk menjadi logo baru Home Ideas.
Maka, saya pun melakukan studi bentuk logo sebagai berikut.





Setelah diskusi bareng si bos, dan saya terus terang agak lupa apa saja pertimbangannya, ternyata logo ini kurang oke deh pokoknya.



Maka, saya pun memikirkan bentuk lain.

Home adalah sebuah ruang hidup kita. Betul nggak? Maka saya pun memikirkan satu bentuk simpel saja, yang bisa mewakili sebuah ruang fleksibel, nyaman, dan menyangkup seluruh hidup kita.

So, entah dari mana asalnya, lagi-lagi saya udah lupa (maklum udah berapa tahun yang lalu), I came up with this one.


Looks so simpel dan mudah diingat kan?
Dan, kemudian setelah didiskusikan lagi, inilah hasilnya.



Yes, jadi logo terakhir inilah yang akhirnya kita pakai.

Demikian, proses desain Home Ideas. Sayang banget sih, web dan juga Facebook Fanpage-nya sudah ilang. Sejak saya resign, nampaknya brand ini juga sudah nggak dikembangkan lagi kayaknya.

Itu dulu ceritanya.
Masih banyak cerita proses desain yang lain :)


Ini Dia 8 Situs Tempat Download Desain Freebies - dari Mockup hingga Font



Kadang sebagai seorang desainer, apalagi yang abal-abal dan males kayak saya, kita butuh elemen-elemen desain yang siap pakai.

Misalnya, mau bikin brosur rumah makan. Maka mungkin kita akan perlu gambar-gambar ornamen vector ayam goreng, minuman-minuman, cangkir kopi, papan menu, cupcakes, dan ornamen foodies lainnya.
Kadang, waktunya udah mepet (pun anggaran yang enggak banyak, yang not worth waktu kita untuk desain sendiri), makanya kita butuh "penyelamat". Nah, yang kayak gini kita berarti butuh desain instan, yang bisa tinggal pakai.

Atau, untuk bikin desain kaver buku, misalnya. Kita akan butuh mockup buku, untuk kemudian bisa dibikin versi 3D bukunya. Biar kelihatan aslinya buku gitu. Kan klien jadi lebih mudah membayangkan jadinya gimana.

Atau, buat kaus misal. Kita butuh foto desain dengan kausnya. Tapi desain belum juga dibikin di atas kaus kan. Jadi kita akan butuh mockup.

Atau mau bikin presentasi? Kita butuh template. Soalnya males juga ih bikin template, perkara waktu sih biasanya.

Nah, berikut ini adalah situs-situs yang menyediakan desain freebies. Ada free patterns, free templates, free vectors, sampai free fonts.

8 Situs tempat download desain freebies untuk para graphic designer


1. Designer Mill (https://www.designermill.com/)



Di Designer Mill, ada seenggaknya 10 kategori freebies, termasuk di dalamnya ada free fonts, mockup bahkan sketch freebies.


2. GraphicBurger (http://graphicburger.com/)



Di GraphicBurger ada buanyak buanget design freebies, dari mulai textures, mockups, sampai UI Kits. Whew! Harta karun!

3. Freebiesbug (https://freebiesbug.com/)



Ada Free PSDs, Illustrator Freebies, Sketch, fonts, bahkan code stuff!


4. Subtle Patterns (https://www.toptal.com/designers/subtlepatterns/)



Nah, di sini khusus untuk patterns atau motif dan tekstur yang biasanya dipakai sebagai background.

5. Pixel Buddha (https://pixelbuddha.net/freebies)



Di sini ada yang berbayar, tapi banyak pula yang freebies, mulai dari fonts, mockups, UI, hingga resume.


6. Brusheezy (https://www.brusheezy.com/)



Di sini banyak serba-serbi PSD freebies; brushes, patterns, dan textures. Kalau mau sih juga banyak yang premium, which is berbayar.

7. Icon Deposit (https://www.icondeposit.com/)



Yang di sini khusus icon ya. Kamu mesti tweet, untuk kemudian bisa ngedownload. No problem kan? :)

8. ZippyPixels (http://zippypixels.com/products/freebies/)



Yups, freebiesnya memang banyak, tapi kayaknya kurang sering update. Tapi bolehlah disedot dulu yes? :D Mostly mockup yah.


Nah, kayaknya 8 situs di atas sudah cukup banget ya, untuk kali ini.
Nanti kalau ada lagi, saya akan post round up lagi.

Buku Kumpulan Flashfiction: Penyihir-Penyihir di Manik Mataku



Hai!
Kali ini mau cerita sedikit soal desain kaver buku yang saya lakukan.

Beberapa waktu yang lalu, saya menerbitkan buku kumpulan flashfiction secara mandiri atau indie melalui Stiletto Indie Book.

Karena merupakan buku mandiri, maka ya semua-muanya mesti dikerjakan sendiri, termasuk desain kaver. Kebetulan memang konsep buku tersebut adalah memang menyatukan antara flashfiction dan sketsa surreal, seperti yang sering saya lakukan di akun Instagram saya.

So, first I came up with this sketch.



Kok interpretasinya ke situ ya?
Ya antara penyihir dan manik mata, jadi entah gimana, kok ya sketsanya ke situ. Hahaha.

Sketsa tersebut saya retouch lagi dengan Photoshop. Saya crop, buang background dan kemudian saya lakukan color overlay.

Bayangan saya memang nuansa desainnya akan ke merah dan hitam. So, saya membuat artwork untuk kaver ini dengan suasana merah yang cenderung gelap.


Saat saya mencari background yang cocok, saya menemukan artwork ini di Deviantart, oleh havocpwn.



Saya mengirimkan PM ke yang bersangkutan untuk meminta izin menggunakan backgroundnya ini. Dan, by surprise, diizinkan! Yey!

Lalu, kedua artwork tersebut saya gabungkan, dan tanpa terlalu susah payah, langsung deh jadi kaver buku Penyihir-Penyihir di Manik Mataku yang pas banget dengan yang saya mau.


Well, how did it look?

Saya sih oke banget. Hahaha. Cucok deh dengan 'tone' flashfiction yang ada di dalamnya. Untuk proses sketchingnya nanti saya taruh di For Draws Only  yah ;)


Sampai ketemu di portfolio selanjutnya ya.